Binatangisme: Alegori Kekuasaan Absolut dan Korupsi Moral

Sumber Foto Pribadi

Penggunaan nama binatang dalam karya sastra memang memiliki daya pikat tersendiri. Binatang menggambarkan banyak makna. Seperti babi dan anjing kerap kali muncul, kedua binatang ini digambarkan sebagai tokoh antagonis.

Begitu pula peranan babi dan anjing dalam novel “Binatangisme” garapan Georgel Orwell, yang diterjemahkan oleh Mahbub Djunaidi berjudul asli “Animal Farm”. Orwell dalam novel ini ingin memperlihatkan apa yang biasa manusia lakukan. Menggunakan binatang sebagai tokoh dalam pembawaannya, Orwell dapat membuka pikiran pembaca terhadap realita sosial.

Para binatang ternak yang melakukan pemberontakan terhadap majikannya mengawali penceritaan Orwell. Sebab, otak kecil mereka mampu memperlihatkan ketidakadilan yang dilakukan oleh sang majikan terhadap mereka.

Di dalam pemberontakan, ada peran penting yang dilakukan oleh babi snowball, babi napoleon dan babi squearel. Ketiga babi pentolan itul yang mengorganisir, mengonsep dan menggerakkan para binatang penghuni peternakan untuk melakukan pemberontakan.

Para binatang telah berhasil mengusir sang penindas (si petani) dari kediamannya sendiri. Kini merekalah penguasa dipeternakan. Kini mereka telah merdeka. Tak ada manusia yang berani mengatur, memerintah mereka untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan petani.

Namun, dengan lenyapnya si petani berarti hilang juga orang yang senantiasa memberi makan para binatang. Sehingga para binatang tidak dapat berdiam diri. Mereka harus mengatur siasat agar tidak mati kelaparan.

Layaknya para elit negara yang pusing memikirkan rakyatnya kelaparan. Para babi sepakat untuk belajar bertani, dengan cara membaca buku-buku pertanian. Para babi juga mengajarkan binatang-binatang lain cara bertani, seperti menanam gandum, menanam jagung, bahkan mereka belajar membersihkan kandangnya sendiri. Hasil kerja keras mereka tidak mengecewakan.

Didalam peternakan Binatangisme memiliki sebuah Undang-Undang Dasar (UUD). Yang mereka gunakan untuk tuntunan berkehidupan. Undang-undang tersebut merupakan hasil penelaahan cerdas babi Snowball dan babi Napoleon. Undang-undang itu mereka namai “TUJUH PEDOMAN UTAMA” yang berbunyi:

1. Apa saja yang berjalan diatas 2 kaki, itu musuh, 2. Apa saja yang berjalan diatas 4 kaki atau sayap, itu sahabat, 3. Semua binanatang tidak boleh pakai busanan, 4. tidak boleh tidur di tempat tidur, 5. tidak boleh minum alkohol, 6. Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang, 7. Semua binatang berderajat sama. (Hlm 26-27). Tujuh pedoman utama disetujui oleh semua penduduk Binatangisme. Sampai-sampai mereka mempunyai slogan yang selalu meraka ucapkan, “EMPAT KAKI BAGUS, DUA KAKI BURUK”.

Peternakan Binatangisme dalam keadaan baik-baik saja, sebelum terjadinya perseteruan antara babi Snowball dan babi Napoleon. Babi Snowball dengan pemikiran pembaharu dan periangnya, babi Napoleon dengan retorika dan ketegasannya. Begitu kiranya Orwell menggambarkan dua model pemimpin yang berbeda karakter.

Bisa kita lihat disalah satu adegan yang digambarkan oleh Orwell “…Keduanya berselisih paham pada tiap masalah, sehingga sukar dicapai kesepakatan. Bila yang seorang mengusulkan perluas areal tanaman jawawut, yang lain sudah pasti mengusulkan perluas areal tanaman gandum. Bila seorang menganggap ranah ini atau tanah itu cocok buat tanam kol, yang lain sudah pasti menganggap tanah itu tidak berharga sepeser pun kecuali buat alang-alang. Masing-masing punya pengikut….”hlm, 49.

Dalam sebuah perundingan wajar saja kita menemui perbedaan pendapat, dan akan memberi warna dinamis dalam sebuah perkumpulan. Perselisihan dua babi revolusioner itu akan membawa kehancuran terhadap moralitas dan pengebirian hak-hak penduduk Binatangisme.

Benih-benih kebencian mulai tumbuh menjelma niatan untuk menyingkirkan sang lawan. Niatan yang awalnya hanya ada diambang pikir, kini telah benar terealisasi.  Dengan upaya yang sedemikian rupa dan hasil persekongkolan dengan para anjing peliharaannya, Napoleon berhasil menyingkirkan Snowball.

Anjing-anjing buas peliharaan Napoleon layaknya militer bersenjata dibawah naungan presiden Soeharto kala itu. Pembungkaman dan pengebirian hak-hak penduduk Binatangisme telah dimulai.

Orwell begitu lihai dalam penyampaian dan penggambaran hak serumit ini. Ia dapat memunculkan Napoleon sang perkasa dengan anjing-anjing buasnya dengan ciamik. Pembunuhan-pembunuhan misterius yang terjadi pada era Soeharto menujukkan hilangnya kebebasan rakyat untuk bersuara.

Dalam kepemimpinan Napoleon, tidak ada lagi perundingan-perundingan mengenai kemaslahatan dan kemakmuran Binatangisme. Semua keputusan hanya ditentukan oleh panitia khusus yang tentunya beranggotakan para babi. Kepemimpinan otoriter merampas, menghapus dan membuat aturan-aturan yang hanya berpihak kepada golonganya.

Tujuh pedoman utama yang mulanya disepakati bersama oleh penduduk Binatangisme, kini satu persatu ternodai oleh pelanggaran yang dilakukan para kaum babi. Biarku perlihatkan adegan tentang hal ini “…. ketiga ayam babon betina yang memimpin percobaan pemberontakan menyangkut soal telur, kini maju kedepan dan menyetakan bahwa babi Snowball muncul dalam mimpi mereka serta menghasut supaya membangkang perintah Napoleon. Ketiga ayam itupun akhirnya dibunuh. Kemudian seekor angsa maju ke depan, menyembunyikan 6 bulir jagung pada musim panen tahun lalu, dan memamahnya saat tiba…. kesemua binatang yang melakukan pengakuan terbuka itu kontan dibunuh habis…”. hlm, 88-89.

Kini tak ada lagi yang namanya tujuh pedoman utama. Sebab kesemuanya itu telah dilanggar. Dengan kelihaian para kaum babi dalam membantah para binatang yang menanyakan tentang pelanggaran, mereka mudah dibodohi dan memberi omong kosong penuh tipu daya, dengan tujuan untuk mengelabuai.

Judul Buku : Binatangisme

Penulis : George Orwell

Terjemahan : Mahbub Djunaidi

Penerbit : Gading Publishing

Tahun Terbit : Cetakan, ke-II, Mei 2017

Ukuran : 13 x 19 cm

Halaman : X + 153

ISBN : 978-602-0809-31-1

Muh. Ganis Fauza
Muh. Ganis Fauza

Mas-mas biasa yang masih bernafas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *