Pegangan bagi Calon Mahasiswa Baru yang Tak Boleh Dilewatkan

Sumber antaranews.com

Selain urusan administrasi yang menjemukan, ada bulan yang tak kalah penting dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia yakni Maret sampai Juni. Mereka sibuk mengatur strategi untuk menjadi menarik di mata calon mahasiswa baru.

Mengingat ini menjadi salah satu penentu, atas keberlanjutan perguruan tinggi dan perbaikan hidup di masa depan calon mahasiswa baru.

Nah, di sini saya akan memberi sedikit pegangan bagi para calon mahasiswa baru untuk bisa membantu merubah pola pikir, mental dan jejaring, mengingat perbedaan latar belakang yang beragam. Ok. Simak tulisan di bawah ini.

Tiga Pegangan Calon Mahasiswa Baru

Pertama, perubahan status, pergaulan, cara berpakaian, dsb. Memang ini terlihat sepele, namun senyatanya, calon mahasiswa baru masih butuh penjelasan terkait hal ini.

Kedua, jam pembelajaran yang kadang disesuaikan dengan waktu longgar dosen. Sebab, sering bentrok dan dosen wajib mencari hari pengganti. Selain itu, mahasiswa tidak lagi bisa manja seperti waktu masih siswa. Di sini mahasiswa berlomba untuk menyusun portofolionya masing-masing, sebagai bentuk tanggung jawab atas cita-cita yang ingin diraihnya.

Ada banyak organisasi intra kampus yang bisa membantu mahasiswa baru membentuk itu semua. Dari himpunan jurusan, fakultas hingga perguruan tinggi. Namun, ini juga akan kembali pada individu masing-masing.

Sebab, masih banyak sekali mahasiswa baru yang belum mengetahui tujuan dan manfaat mengikuti organisasi intra kampus.

Ketiga, ini yang paling membedakan yakni menjadi agent of change (agen perubahan), agent of social control (agen kontrol sosial), dan iron stock (agen yang tangguh). Peran dan fungsi ini perlu diketahui oleh calon mahasiswa baru.

Sebab, terkadang sudah berstatus mahasiswa, namun pola pikir dan tingkahnya masih seperti siswa. Secara tidak langsung, ini akan menjatuhkan status “mahasiswa” itu sendiri. Miris kan?!

Organisasi Intra Kampus yang Bisa Diikuti Mahasiswa Baru

Di sini saya akan melanjutkan sedikit penjelasan mengenai organisasi intra kampus. Yang pasti dan tentunya tidak kalah menarik untuk dilewatkan.

Ketika menjadi mahasiswa baru, mungkin akan banyak dikenalkan dengan organisasi intra kampus seperti; BEM (Badang Eksekutif Mahasiswa), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), HIMAPRODI (Himpunan Mahasiswa Program Studi), DEMA (Dewan Mahasiswa), UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa).

Dan tentu kegiatan-kegiatan akan banyak memberi manfaat, salah satu yang paling penting yakni soal pertemanan. Dimana ketika megikuti kegiatan dari organisasi-organisasi tersebut, akses untuk bisa kenal dengan teman di jurusan lain atau bahkan fakultas lain sangat terbuka.

Semua sengaja diadakan tidak lain bertujuan sebagai tempat untuk mengasah soft skill dan hard skill mahasiswa baru.

Dan bila dirasa masih kurang atas fasilitas yang telah disediakan perguruan tinggi, tenang, masih ada tempat lain untuk dituju. Dan, memang tempat ini banyak sekali berhasil melahirkan para intelektual.

Organisasi Ekstra Kampus yang Bisa Menjadi Alternatif Mahasiswa Baru

Tentu jalur organisasi ekstra ini berbeda dengan intra kampus, kegiatan organiasi ini lebih banyak diluar kampus.

Organisasi Ekstra antara lain ada HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMKRI  (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) dan lain-lain.

Banyak dari alumninya menjadi tokoh nasional, sebut saja Jusuf Kalla, Mahfud MD, Din Samsuddin, Yusril Ihza Mahendra, Anis Baswedan, Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat), Muhaimin Iskandar,  Ganjar Pranowo, Pramono Anung dan masih banyak lagi. Mereka adalah jebolan dari Organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Maka, alangkah bijaknya apabila sebagai mahasiswa yang tentu berkecimpung di dunia perguruan tinggi bisa ikut dalam salah satu organisasi tersebut.

Aktif di Organisasi Tidak Menganggu Nilai Akademis

Kemudian akan muncul pertanyaan, bagaimana ketika aktif di organisasi, apakah akan berpengaruh pada nilai akademis (maksudnya nilai menjadi turun), sebab, banyak kasus tertentu yang benar adanya.

Namun, banyak juga nilai akademis mereka justru lebih tinggi, karena banyak hal yang mereka dapat disana yang mana hal tersebut tidak bisa di dapat di bangku kuliah, sehingga persoalan manajemen waktu dan skala prioritas menjadi hal sangat menentukan selama menjadi mahasiswa.

Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Muhajir Effendi yang kala itu masih menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Beliau kira-kira dulu pernah bilang begini dalam sambutannya, “ilmu yang kalian dapat di bangku kuliah hanya sekitar 20% saja, sisanya ada di luar kampus, aktif di organisasi mahasiswa ekstra kampus tidak bisa manfaatnya dirasakan ketika menjadi mahasiswa, manfaat tersebut akan diperoleh setelah anda lulus”.

Sehingga bagi saya pribadi, aktif di organisasi mahasiswa ekstra kampus menjadi hal yang cukup penting, karena banyak hal yang bisa di dapat di sana. Walaupun terkadang banyak yang bilang bahwa organisasi mahasiswa ekstra kampus saat ini sudah kurang relevan.

Ahmad Burhan Hakim
Ahmad Burhan Hakim

Dosen Hukum Tata Negara. Universitas Sunan Drajat Lamongan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *