
Sebagai warga Lamongan, saya sering merasa muak dengan kondisi daerah ini yang begitu-begitu saja. Pembangunan berjalan lambat, hiburan minim, dan kebijakan pemerintah daerah seolah hanya berfokus pada pusat kabupaten. Itu pun, tidak berjalan maksimal.
Kadang saya membayangkan ada seseorang atau kelompok memotong peta Lamongan seperti kue yang tidak adil. Bagian yang paling ramai, paling produktif, dan paling hidup justru tidak jadi pusat perhatian. Sementara yang jadi pusat, ya begitu-begitu saja. Tidak buruk, tapi juga tidak cukup kuat untuk jadi kebanggaan.
Dari situ pikiran liar ini muncul: bagaimana kalau yang selama ini “pinggiran” justru berdiri sendiri?
Ini bukan berarti saya anti pusat kabupaten. Kalau pembangunan terus memutar di wilayah itu-itu saja, sementara daerah lain yang potensinya jelas malah dibiarkan berkembang tanpa arah, wajar kalau warga jadi jengah. Karena pada akhirnya, warga tidak butuh simbol pusat pemerintahan, tapi butuh dampak nyata dari kebijakan.
Dari sekian banyak kecamatan, hanya Paciran dan Brondong yang bisa saya banggakan. Di sana, wisata dan hiburan berkembang dengan baik, jauh lebih maju dibanding daerah lain di Lamongan. Selain itu, entah kenapa posisi bupati Lamongan sepertinya selalu didominasi oleh orang-orang dari pusat kabupaten.
Selama ini tidak ada yang benar-benar mewakili wilayah utara (Kecamatan Paciran dan Brondong). Saya sampai kepikiran, kalau misal bupati Lamongan berasal dari Pantura, sepertinya sisi utara Lamongan ini akan lebih diperhatikan dan dikembangkan.
Kalau suatu hari Brondong dan Paciran memisahkan diri, bersatu jadi kabupaten baru, inilah tiga hal besar yang sangat mungkin terjadi:
1. Lahirnya Pusat Ekonomi dan Wisata Bahari Paling Berdaya Saing
Saya selalu mengatakan pada banyak orang kalau Paciran dan Brondong adalah “Pusat tata surya” di Lamongan. Saya tidak sedang berlebihan. Sebab, Paciran punya Wisata Bahari Lamongan (WBL), Mazola, pantai, seafood, dan landmark religi.
Sementara Brondong berdiri gagah dengan pelabuhan ikan yang sibuk, nelayan tangguh, dan pasar ikan segar yang jalurnya sudah ke mana-mana. Kalau dua kecamatan ini berdiri jadi kabupaten sendiri, sumber daya alam dan potensi wisatanya bakal meledak.
Bandingkan dengan pusat Lamongan sekarang, yang jalannya saja bolong-bolong, lampu jalan kedap-kedip, terminal sepi. Sementara di Paciran dan Brondong, pelabuhan hidup, pasar hidup, jalur wisata hidup. Kalau mau jujur, inilah jantung aslinya Lamongan.
2. Transportasi dan Infrastruktur Bisa Fokus dan Lebih Maju
Faktanya, Trans Jatim sudah sampai Paciran. Sementara pusat Lamongan? Transportasi publiknya masih malu-malu kucing. Kalau Brondong-Paciran jadi kabupaten, kebutuhan transportasi bakal jadi prioritas utama. Kita bisa menghidupkan kembali Terminal Paciran yang sekarang hanya menjadi bangunan tanpa fungsi jelas.
Jalur-jalur penghubung antar-desa bakal diperbaiki. Wisatawan dari Surabaya atau Gresik bisa naik bus, turun di terminal yang beneran berfungsi, lanjut sewa kendaraan ke wisata pesisir atau ziarah makam Sunan Drajat. Kalau perlu, jalur kereta pesisir bisa diwujudkan.
Pun Alun-alun bisa dibangun di kawasan pesisir. Bayangkan ada alun-alun dengan view laut, tempat orang nongkrong sambil makan cumi bakar segar. Selain itu, pemerintah dapat membangun gedung penunjang lainnya di perbukitan Sendang sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan laut dari ketinggian. Jan, wapik banget koyone.
3. Kultur dan Identitas Daerah Lebih Terjaga
Saya kadang juga bingung menjelaskannya, tapi Lamongan Utara dan Selatan ini memang punya cara bicara yang beda. Logat dan tutur bahasanya memang tidak sama.
Brondong dan Paciran itu satu kultur: sama-sama masyarakat pesisir, logatnya mirip, humornya khas Lamongan Pantura yang ceplas-ceplos. Sementara Lamongan Selatan cenderung lebih lekat dengan kultur pertanian.
Kalau jadi kabupaten sendiri, warga Pantura bisa punya kebijakan yang lebih pas dengan kebutuhan mereka: nelayan, wisata bahari, kuliner laut, dan ziarah religi. Nggak perlu lagi ngelus dada dengan keputusan pemda yang lebih memilih membangun titik Nol Lamongan ketimbang memperbaiki infrastruktur pelabuhan ikan yang jadi tulang punggung pendapatan.
Sudah Saatnya Pusat Tata Surya Lamongan Direvisi
Brondong dan Paciran itu overpower. Pusat gravitasi yang menanggung beban kabupaten, tapi sering hanya kebagian remah pembangunan. Kalau mereka bersatu jadi kabupaten baru, saya kira dampak positifnya akan sangat masif dan warga Pantura bisa punya masa depan yang lebih cerah.
Jadi, kalau someday ada petisi: Dukung Brondong dan Paciran Merdeka Jadi Kabupaten, kira-kira warga Lamongan Utara bakal siap tanda tangan, nggak?



