Mengenal Esai dan Gaya Menulisnya

Inilah Esai
Sumber Foto pribadi

Kegembiraan akan datang kepada mereka, ditambah pula menemukan kecocokan gayanya. Esai cukup banyak ragam. Yang perlu ditekankan ialah dapat menghasilkan tulisan yang dapat dinikmati dan memikat.

Sejarah mencatat, esai awal mula diperkenalkan oleh Michel Eyquem De Montaigne (1532-1592), yang asal Perancis itu. Menurutnya, esai adalah sebuah cerminan, meditasi, dan percobaan dalam mengungkapkan gagasan dengan bahasa yang fleksibel.

Ini menandakan jika esais diberi kebebasan mengekspresikan dengan gaya bahasa sesuai kemampuan dan karakter masing-masing, asalkan tetap berada pada kaidah penulisan. Terkesan berat. Bila diasah secara terus-menerus, akan terlewati.

Sedikit cerita, dulu saya ogah berniat memiliki sebuah buku yang isinya bernada panduan. Karna satu dan lain hal, saya terbujuk rayuan dari teman. Saya membelinya.

Siapa sangka, keputusan sederhana itu justru menjadi titik awal perubahan cara pandang saya terhadap menulis dan membaca. Lebih dari itu, diperlihatkan proses kreatif esais dalam menghasilkan sebuah karya yang menarik dan memukau.

Jurus-Jurus Menyingkap Menulis Esai

Buku itu digarap oleh Muhidin M Dahlan berjudul “Inilah Esai” (2019). Buku berisi jurus-jurus jitu cara menulis esai. Pemula yang ingin dan berkenan belajar, buku ini sangat cocok dibaca. Di dalamnya diperlihatkan bagaimana menuliskannya.

Mulai dari cara mencari ide supaya tidak mati gaya, mencuri perhatian, jalan menyingkap esai, titian di sekujur tubuh esai, dsb. Pokoknya Paket komplit.

Ada delapan cara, sejauh penelusuran yang dilakukan Muhidin. a) Mengetuk dengan kutipan, b) menampilkan peristiwa dan kronik, c) bercerita atau berkisah, d) mengolah biodata dasar; tanggal dan tempat lahir, e) mengajukan sejumlah pertanyaan, f) menyapa pembaca, g) menjelaskan teori, metode atau istilah kunci, h) paparan umum. (Hal. 90).

Tidak banyak penulis yang mempunyai kemampuan seperti ini. Ia mampu menyulap kata dan kalimat menjadi pikiran, dan menjadikannya tulisan sebagai ruang hidup bagi gagasan.

Penulis dan Gaya Menulis

Gaya menulis esai ini terletak pada keseimbangan antara logika dan rasa. Memilih kata, kalimat dan cara mengalirkan gagasan menjadi sebuah alat yang jitu. Dalam tiap paragraf, penulis minimal bisa mengajak merenung, marah dan mungkin tersenyum. Itulah gaya hidup sebuah esai.

M. Dahlan, memperkenalkan beberapa penulisa kondang bertaraf nasional. Mereka diambil dari kecenderungan tema dan topik yang sering dibahas. Mulai dari sosial, sastra, ekonomi, politik, kebudayaan, keagamaan, dsb.

Hal Ini menunjukkan kekuatan refrensi dan pemikat tersendiri bagi pembacanya. Pada bidang keagmaan bisa mempelajari gaya tulisan dari Nur Cholis Madjid dan Abdurrohman Wahid, gaya yang diusung ialah reflektif.

Bidang ekonomi-politik ada Dawam Rahardjo dan Kwik Kian Gie, gaya tulisan bernada kritis, analitis dan solutif terhadap isu yang sedang disorot. Kuntowijoyo, sejarah dan kebudayaan. Kemudian sastra, ada Cak Nun dan Bandung Mawardi.

Semua adalah penulis produktif pada bidang masing-masing. Saya kira, mereka patut dan layak menjadi silabus pembelajaran dalam menulis.

Seni di balik esai secara diam-diam tampak pada kejujuran penulis. Esais yang baik bukanlah yang rumit, melainkan apa adanya dalam mengungkapkan pandangan dan pengalaman.

Judul : Inilah Esai

Penulis : Muhidin M. Dahlan

Terbitan : I:Boekoe, 2019.

Tebal : 205 Hal.

ISBN : 978-979-1436-34-2

Dadang Wiratama
Dadang Wiratama

Lurah Cedak.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *