
Mirisnya penduduk yang menghuni pulau ini. Mereka terpaksa harus memendam kesakitan, kemarahan, dan sesekali melawan serta menuggu kehancuran akibat kesewenangan para elit politik dan kapitalis. Dan itu terjadi di Puerto Rico, Amerika Utara.
Pada abad ke-19, kemenangan Amerika atas Spanyol berhasil mengambil alih menjadi wilayah kekuasaannya. Namun, pengelolaan sering timpang dan bahkan terkesan menganaktirikan. Suara-suara perlawanan atas kesewenangan tidak mendapat respon baik.
Buku berjudul “Pertarungan Demi Surga: Puerto Rico Menghadapi Kapitalisme Bencana” (2021) merupakan hasil perjalanan Naomi Klein pasca Badai Maria yang mengguncang Puerto Rico tahun 2017. Banyak bangunan runtuh. Aktivitas perekonomian terhenti. Lampu mati. Kelaparan dimana-mana. Sedangkan pertolongan tidak kunjung datang.
Meski penyebab terjadinya bencana berbeda, namun gambaran kondisi tidak jauh berbeda dengan yang dialami di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Para elit politik dan kapitalis korporat hanya memikirkan seberapa besar meraup keuntungan, tanpa memperdulikan dampak dari eksploitasi terhadap sumber daya alam.
Abai Terhadap Sumber Daya Energi Lain
Kesadaran penggunaan alternatif sumber daya energi lain tidak semua menyadarinya. Hanya kelompok kecil yang tergabung di PAReS yang berada di Casa Peuoble. Sebuah rumah peninggalan untuk menempa generasi memiliki kesadaran, kepedulian, visioner dan mengawal kebijakan yang timpang serta sesekali memberikan krtitik terhadap gubernur.
Sejak lama, komunitas kecil ini menyuarakan penggunaan energi alternatif tenga surya untuk sebagai sumber aktivitas produksi di Puerto Rico. Namun, elit politik dan kapitalis acuh dan abai atas semua itu. Dan, kini jawaban atas kedunguan mereka.
Salah satu yang menyayangkan atas kedunguan ini kemudian berhasil diambil oleh Klein dari salah satu masyarakat yang menyuarakan. “Ini adalah energi kami, ini adalah air kami, dan beginilah cara kami mengelolanya karena kami percaya pada proses ini, dan kami menghormati budaya kami, alam kami, serta semua yang mendukung kami.” (Hal. 12).
Meski sepenuhnya tidak berhasil, namun, selama proses evakuasi bencana Badai Maria, penggunaan enegi surya berhasil membantu kebuntuan solusi menggerakkan roda perekonomian. Beberapa wilayah, berhasil keluar dari kemandekan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan dengan bantuan saluran tenaga surya yang dialirkan melalui kabel.
Kapitalisme Bencana di Puerto Rico
Perang antara kelompok puertopia dan kelompok masyarakat setempat belum menemui jalan tengah. Keduanya, memiliki imajinasi sendiri bagaimana cara mengelolan Puerto Rico menjadi lebih baik. Dan, selalu dimenangkan dari kelompok puertopia.
Dukungan dari pemerintah pusat, gubernur dan liciknya kapitalis berhasil mengkompromikan sebuah proyek besar dan kecil meski penyelesaian bencana belum terselesaikan. Ini yang kemudian disebut oleh Klein “kapitalisme bencana”.
Pemerintah pusat dan gubernur memberikan pajak yang sangat kecil terhadap pengusaha yang ingin membangun bisnis. Memberikan upah yang kecil. Perampasan tanah. Pembunuhan massal dengan dalih uji coba obat. Belum lagi politik ras. Sehingga mereka laiknya dipandang sebagai binatang.
Puerto Rico yang memiliki keindahan pantai dan pegunungan kecil menjadi daya tarik sendiri bagi para kapitalis untuk membangun sebuah proyek megah tempat-tempat hiburan dan perjudian. Ini sama halnya yang ada di Makau dan Laz Vegas.
Peristiwa ini mengundang banyak kepindahan penduduk ke wilayah-wilayah yang dianggapnya lebih manusiawai. Sebab, mereka masih memiliki harapan hidup. Perbaikan dalam kehidupan. Dan relasi sosial yang harmonis.
Reset Puerto Rico Menuju Reformasi
Usaha perbaikan itu tiada pernah kunjung surut di demonstrasikan oleh kelompok yang terbagung dalam rumah Casa Peuble. Mereka menuntut perbaikan secara radikal. Reformasi birokrasi. Penghentian atas ketergantungan terhadap sumber daya fosil. Menjaga budaya. Pendidikan. Menghentikan perampasan tanah.
Dalam hal politik sistem pemilihan bisa dijalankan secara demokratis, bukan diatur oleh pemerintah pusat. Minimnya pelibatan masyarakat Puerto Rico mengakibatkan tidak seluruhnya tersampaikan permasalahan yang terjadi di lapisan bawah.
Bukan hanya menyelesaian ini hanya terdapat di ruang dan meja elit. Sehingga arah kebijakan selalu mendapati pertentangan jika akan diterapkan. Dari sebab inilah, kelompok yang telah memendam kemarahan, kesakitan dan perlawanan menuntut untuk adanya reset pemerintahan di Puerto Rico.
Suara itu tidak berbeda jauh dengan judul “Reset Indonesia” (2025) yang juga ditulis dari hasil perjalanan selama beberapa tahun di hampir seluruh penjuru di Indonesia. Atas kecarut-marutan pengelolaan pemerintah terhadap negara, pembalakan liar, kemudahan para kapitalis korporat atas seenaknya melakukan eksploitasi kekayaan alam.
“Untuk siapakah puerti rico ? apakah untuk orang puerti rico, atau untuk orang luar ? dan setelah sederet trauma–seperti akibat bencana Badai Maria–dilalui, siapa yang berhak memutuskan masa depan Puerto rico ?.”(Hal. 15).
Judul : Pertarungan demi Surga; Puerto Rico Menghadapi Kapitalisme Bencana
Penulis : Naomi Klein
Terbitan : Independen, 2021
Tebal : viii + 98
ISBN : 978-623-96204-5-5



