
Wajah sumringah 19 November 2025 sore itu, mewarnai langkah awal “cedak buku” jagongan di Kafe Kedai Megah. Meski, cuaca sedang mendung, namun tidak menyurutkan niat untuk bertemu. Tampak terlihat jika acara semacam ini pegiat literasi Lamongan membutuhkan. Namun jarang terwadahi.
Cedak buku merupakan bagian dari Cedak.id, yang dibuat sebagai bentuk kepedulian akan pentingnya membudayakan baca dan diskusi. Kegiatan ini disepakati oleh Tim cedak, sekitar Selasa 11 November 2025 di Garasi Coffe. Seperti halnya komunitas literasi lain. Cedak buku ikut nimbrung, menambah dan meramaikan.
Turut Hadir, Aditya Akbar Ilham (Gemar Maos), M. Eko Nugroho (Progresif Institut), pelajar serta mahasiswa mengikuti jagogan buku “Manusia Mencari Dirinya” (2023) karya Rollo May. Buku berisi hasil temuan Rollo bersama sejawat psikoterapis selama menangani pasien.
Eka Sulistiya Nuraini sebagai pembuka acara cedak buku, mengucap salam dan terima kasih kepada hadirin yang datang sore itu. Mempersilahkan menyantap jajanan dan minuman masing-masing. Setidaknya bermaksud untuk menghilngkan gerogi.
Eka, sapaan akrabnya, memberi sedikit pengantar sosok Rollo May yang seorang bapak psikoterapi eksistensial asal Amerika yang cukup berpengearuh di masanya. Lebih dari itu, Eka menceritakan seklumit isi buku yang dianggap sangat relevan dengan kondisi psikologis manusia era modern ini.
Kehampaan yang Manusia Rasakan
Memasuki abad ke 20, kehidupan manusia dipandang Rollo memiliki kecenderungan berbeda dari kondisi sebelumnya. Hal itu pernah disampaikan Sigmud Freud, Otto Rank dan Karen Horney. Kecenderungan manusia modern memperlihatkan pada keadaan manusia pada ketidaktahuan akan makna keberadaan dirinya atau yang disebut “kehampaan”.
Duduk di kursi depan, Dadang Wiratama, yang menjadi pembedah buku “Manusia Mencari Dirinya” terlihat sedikit khawatir sebab cuaca. Terlihat ia membolak-balik buku yang ada ditangannya, kadang juga mengarahkan pandangan ke sekitar, seakan sedang memastikan keadaan.
Dadang dalam acara jagongan buku mengungkapkan bahwa meski usia buku ini lawas, namun gambaran yang dilukiskan Rollo masih sangat relevan dalam kehidupan manusia sekarang dan bahkan masa yang akan datang.
ia menambahkan, Rollo berhasil menemukan sumber kehampaan yang dialami manusia, dari yang muda sampai tua yakni pencarian eksistensi diri.
Dadang mengutip pernyataan dalam buku itu kira-kira begini jika dinukil “manusia melakukan tindakan sering kali didasarkan pada yang orang lain harapkan”.
Pada titik ini, Dadang memperlihatkan kehadiran buku ini dapat membantu menjelaskan kondisi psikologis secara universal menyoal pertarungan diri dan sosial, yang masih dialami manusia hingga kini.
Cara Manusia Menemukan Diri
Agar manusia terhindar dari kondisi kehampaan, kecemasan dan kebinggungan maka manusia harus bisa mencaari jalan keluar. Cara itu disebutkan dan dijelaskan secara umum oleh Rollo.
Dadang, menerangkan bahwa salah satu jalan yang dapat ditempuh oleh manusia adalah dengan cara terus melakukan instrokpeksi diri, aktivitas ini jika dilakukan berulang akan memberikan penilaian pada setiap langkah keputusan yang telah diambil dan menghantarkan ke arah menemukan diri.
Sebab, menurut Dadang, saat seseorang mulai jujur pada dirinya sendiri, ia akan dihadapkan pada kenyataan yang kadang tak sesuai dengan citra yang selama ini dibangun.
Namun, justru dari ketidaknyamanan itulah terdapat ruang transformasi muncul-ruang tempat seseorang mulai merumuskan ulang tujuan, keinginan dan sikap hidupnya.
Lewat introspeksi yang konsisten, manusia dapat membangun hubungan yang lebih jujur dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, kecemasan, kehampaan dan kebingungan bukan lagi musuh yang menakutkan, tetapi sinyal bahwa diri sedang mengundang perubahan.
Dalam suasana menjelang magrib yang penuh refleksi, sebagai pesan yang ingin dititipkan pada acara jagongan buku itu, ditujukan kepada para yang hadir khusunya juga bisa manusia siapa saja yang masih gelisah mencari dirinya.




[…] itu berhasil dirumuskan dalam karya Rollo May berjudul “Manusia Mencari Dirinya” (2020), Rollo coba mengidentifikasi kondisi manusia abad ke 20 yang dirundung kecemasan, kehampaan […]